Rabu, 01 Juni 2011
Kamis, 21 April 2011
Selasa, 26 Januari 2010
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)
Pengaman listrik untuk rumah modern pada umumnya adalah MCB (mini circuit breaker). Pengaman ini hanya memberikan proteksi terhadap bahaya kebakaran karena beban lebih atau hubungan singkat. MCB tidak dapat memberikan proteksi terhadap sengatan listrik yang dialami seseorang, karena arus yang mengalir lewat tubuh seseorang relatif kecil dibandingkan dengan rating arus pada MCB. Sehingga diperlukan MCB yang diperlengkapi kemampuan untuk memutus arus bila terjadi bocoran arus ke tanah karena ada orang yang tersengat listrik. ELCB adalah MCB yang telah dilengkapi dengan rangkaian deteksi arus bocor yang mampu mencegah bahaya akibat sengatan listrik kepada seseorang. Alat ini bekerja dengan mendeteksi apakah ada perbedaan arus yang mengalir pada kawat listrik.
Bagaimana ELCB bekerja ??
Umumnya bila peralatan listrik bekerja normal maka total arus yang mengalir pada kawat “plus” dan “netral” adalah sama sehingga tidak ada perbedaan arus. Namun bila seseorang tersengat listrik, kawat “plus” akan mengalirkan arus tambahan melewati tubuh orang yang tersengat ke tanah.
Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa pada kawat “plus” atau “fasa” akan mengalir tambahan arus sebesar ΔI bila ada seseorang yang tersengat aliran listrik. Bila ELCB terpasang, maka tambahan arus tersebut dideteksi oleh rangkaian khusus. Bila ada tambahan arus maka berarti ada perbedaan arus yang mengalir antara kawat “plus” dan “netral”. Perbedaan sebesar 30 mA sudah cukup untuk mengaktifkan relay untuk memutus MCB. Dengan demikian ELCB dapat melindungi orang dari bahaya tersengat aliran listrik.
Bagaimana cara pemasangan ELCB ??
Secara prinsip pemasangan ELCB sederhana, yakni dengan menyisipkan ELCB antara peralatan listrik dengan sumber listrik. Kedua kawat baik “plus” maupun “netral” dilewatkan ELCB sebelum mencapai titik yang dilindungi.
Jika MCB hanya kawat “plus” saja yang dilewatkan maka ELCB keduanya.
Ada beberapa konfigurasi pemasangan ELCB yang dapat dilakukan, yakni :
- Pemasangan ELCB untuk proteksi aliran listrik ke stop kontak, karena kasus tersengat listrik biasanya dialami lewat peralatan listrik yang ditancapkan ke stop kontak. Hal ini mudah dilakukan untuk rumah yang masih dibangun karena pengaturan perkabelan masih dapat dilakukan dengan mudah. Namun untuk rumah yang sudah jadi biasanya jaringan stop kontak dijadikan satu bagian dengan beberapa lampu. Hal ini agak menyulitkan namun dapat dilakukan alternatif mencari ELCB yang nilainya paling tidak setara dengan cabang MCB dimana terdapat stop kontak yang hendak diproteksi. Kemudian kabel ke stop kontak diputus kedua-duanya dan dilewatkan ke ELCB sebelum ke stop kontak. ELCB dapat ditaruh di kamar yang bersangkutan, misal kamar anak kecil, di beri kotak pengaman dan diletakkan ditempat yang tidak terjangkau anak-anak.
Pemasangan yang disarankan untuk rumah baru
Pemasangan alternatif untuk rumah yang jaringan listriknya sudah ada
Jika ada lebih dari satu stop kontak yang hendak diproteksi atau jaringan kabelnya menyatu dengan switch lampu. Maka disarankan proteksi dilakukan terhadap jaringan kabel untuk 1 kamar. Cari kabel jaringan listrik kamar yang mengarah ke MCB, sisipkan ELCB pada kabel antara MCB dan kamar.
Pemasangan ELCB untuk proteksi keseluruhan peralatan listrik rumah tangga. Untuk konfigurasi ini pemasangan cukup sederhana. Rating ELCB dipilih sama dengan MCB pada meter PLN, atau sedikit lebih besar. ELCB disisipkan diantara meter PLN dengan kotak MCB pembagi distribusi. Cara ini memang paling mudah dan praktis, namun resiko gangguan karena arus bocor lebih besar. Seperti telah diketahui ELCB bekerja berdasarkan perbedaan arus antara kawat “plus” dan kawat “netral”. Pada jaringan listrik rumah bisa saja kebocoran terjadi bukan dari akibat orang tersengat listrik tapi dari sambungan kabel di atap yang terkena tetesan air hujan, atau ada hewan atau tikus yang mati tersengat di atap, atau kawat “plus” yang isolasinya terkelupas. Arus bocoran ini menyebabkan ELCB akan sering trip sehingga mengganggu kenyamanan. Namun kondisi ini dapat pula digunakan sebagai indikator bahwa jaringan kabel ada yang terganggu, yakni akibat kemungkinan-kemungkinan yang disebut di atas. Bila terjadi hal seperti ini sebaiknya dilakukan pengecekan secara menyeluruh bagian-bagian jaringan kabel. Sementara kerusakan belum diatasi maka ELCB harus di “by pass” agar tidak mengganggu kenyamanan. Namun juga perlu dicermati apakah hanya ELCB saja yang sering trip, bila ternyata MCB lain juga trip maka kemungkinan bukan karena arus bocor tapi memang terjadi korslet atau beban lebih.
Proteksi untuk 1 rumah
Copyright @ xochan21@yahoo.com All Rights Reserved 2010
Selasa, 15 Desember 2009
Proses Pelayanan Konsuil kepada Calon Pelanggan Listrik
Pengajuan Permohonan Instalasi Listrik
- Gambar Instalasi Listrik (JIL).
- Bukti Pelunasan Biaya Pemeriksaan.
- TUL – 01 dari PLN
- Sket Denah Lokasi.
- Mengisi Form SPPI.
Proses Pemeriksaan Instalasi Listrik Pelanggan
Perlu perhatian :
- Alamat & Sket Lokasi pemohon harus jelas.
- Pastikan penghuni (atau wakilnya) berada di tempat.
- Mencantumkan no. telpon dalam SPPI jika ada.
- Sangat disarankan agar pihak instalatir hadir dan menyaksikan pada saat pemeriksaan instalasi dilakukan.
* TIPS :
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya konsumen menanyakan Identitas maupun Surat Tugas mereka.
Sementara itu Pemeriksa lainnya menyiapkan form Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), dan dilanjutkan dengan mencocokkan Gambar denah bangunan serta fungsi ruangan.
- Saluran Utama ; jenis, ukuran, warna insulasi, tanda SNI.
- Sakelar Utama / Pengaman Cab.; jenis, kapasitas, tanda SNI.
- Sirkit Cabang / Akhir ; jenis, ukuran, warna insulasi, tanda SNI.
- Penghantar Pembumian ; jenis, ukuran, warna insulasi.
- Penghantar Pembumian ; jenis, ukuran, warna insulasi.
- Sistem Pembumian ; sistem TNS sudah DILARANG ( Amandemen PUIL 2000).
- Terminal Penghantar ; jenis, ukuran, kapasitas terminasi, tidak boleh ada penumpukan penghantar pada lubang terminasi.
- Rel / Busbar / Jumper ; jenis, ukuran, tidak boleh ada penumpukan penghantar.
- Pengukuran Tahanan Isolasi penghantar ;
- Fasa – Fasa
- Fasa – Netral
- Fasa – PE
- Netral – PE
- Letak penempatan PHB, Lampu, KK, Sakelar, dll.
- Jumlah PHB, Lampu, KK, dll.
- Denah serta tata letak ruangan maupun keterangan fungsi ruangan
- Apakah material Sakelar sudah ber SNI ?
- Apakah Polaritasnya sudah sesuai ?
- Apakah kesinambungan sudah baik ?
- Apakah penggunaan warna penghantar sudah sesuai PUIL 2000 ?
- Apakah pemasangannya sudah baik ?
- Apakah material Fitting sudah ber SNI ?
- Apakah Polaritasnya sudah sesuai ?
- Apakah kesinambungan Fasa, Netral, PE sudah baik ?
- Apakah penggunaan warna penghantar sudah sesuai PUIL ?
- Apakah cara pemasangannya sudah baik ?
- Apakah material Kotak Kontak sudah SNI ?
- Apakah Polaritasnya sudah sesuai ?
- Apakah kesinambungan Fasa, Netral, dan PE sudah baik ?
- Apakah penggunaan warna penghantar sudah sesuai PUIL ?
- Apakah cara pemasangannya sudah baik ?
Mempersiapkan pengukuran Tahanan Pembumian
- Gambar Fisik.
- Keterangan tambahan lainnya.
- Foto jika perlu.
Proses Verifikasi Laporan Hasil Pemeriksaan
Proses Entry Data dan Sertifikasi
- Sertifikat Laik Operasi - ( SLO).
- Tidak Laik Operasi - (TLO ).
- Laik Operasi dengan Catatan ( LOC ).
- Tidak Dapat diSertifikasi ( TDS ).
- Surat Keterangan ( SK ) - Rumah Terkunci ( R.T.) - Alamat Tidak Ketemu ( A.T.K. )
Pengambilan Hasil Sertifikasi
STRUKTUR ORGANISASI KONSUIL
STRUKTUR ORGANISASI KONSUIL PUSAT
STRUKTUR ORGANISASI KONSUIL WILAYAH
STRUKTUR ORGANISASI KONSUIL AREA
RAKERNAS KONSUIL, Hotel Maharaja Jakarta
Tanggal 14-15 Oktober 2009 KONSUIL menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional yang di hadiri oleh Kepala Wilayah dari 14 Wilayah yang sudah beroperasi di Indonesia, di antaranya: Konsuil Jawa-Bali, Sumatera, Sulawesi dan NAD.
Agenda Rakernas adalah mengevaluasi Kinerja Konsuil pada semester I tahun 2009 serta sosialisasi Sistem Informasi Terpadu yang nantinya akan di terapkan ke seluruh Konsuil di Indonesia untuk mendukung operasional Konsuil, efisiensi dan keinginan yang besar dari Jajaran Manajemen KONSUIL untuk meningkatkan Pelayanan kepada Konsumen.
Kepuasan Konsumen adalah dambaan bagi seluruh pengurus dan pegawai KONSUIL, bagaimana agar Konsumen dapat memperoleh informasi yang jelas, handal dan dapat di pertanggungjawabkan.
Motto "We Care Electric Safety" adalah bentuk kepedulian KONSUIL akan keselamatan Instalasi yang berakibat pada keselamatan jiwa manusia dan harta benda (administrator)
Agenda Rakernas adalah mengevaluasi Kinerja Konsuil pada semester I tahun 2009 serta sosialisasi Sistem Informasi Terpadu yang nantinya akan di terapkan ke seluruh Konsuil di Indonesia untuk mendukung operasional Konsuil, efisiensi dan keinginan yang besar dari Jajaran Manajemen KONSUIL untuk meningkatkan Pelayanan kepada Konsumen.
Kepuasan Konsumen adalah dambaan bagi seluruh pengurus dan pegawai KONSUIL, bagaimana agar Konsumen dapat memperoleh informasi yang jelas, handal dan dapat di pertanggungjawabkan.
Motto "We Care Electric Safety" adalah bentuk kepedulian KONSUIL akan keselamatan Instalasi yang berakibat pada keselamatan jiwa manusia dan harta benda (administrator)
FISUEL ( International Federation for the Safety of Electrical Users)
KONSUIL salah satu anggotanya bergabung sejak tahun 2004, negara Asia yang menjadi keanggotaan selain Indonesia adalah Korea, Jepang, Malaysia dan Singapore.
Mengadakan Annual Meeting Groups setiap enam bulan sekali, diadakan secara bergantian. Terakhir KONSUIL mengikuti International Forum on Electrical Safety di Seoul Karea Selatan 10 – 1 November 2008.
Meeting yang akan datang diadakan di Athena Yunani tanggal 5 – 6 November 2009.
Direktori Produk Bersertifikat SNI Wajib dan Tanda Keselamatan
| | |
Rekapitulasi Sertifikat Produk Bidang Ketenagalistrikan
NO | PRODUK SNI WAJIB | MERK | PRODUSEN / IMPORTIR |
1 | M C B | HAGER | Tunas Wijaya Sakti.PT |
| CHINT | Chint Indonesia. PT | ||
| LIKON | Toko Sinar Matahari | ||
| ABB | ABB Installation Materials.PT | ||
| MERLIN GERIN (MG) | Schneider Indonesia.PT | ||
| SHUKAKU | Shukaku Indonesia.PT | ||
| MASKO | Sinko Prima Alloy Indonesia.PT | ||
| HYUNWO | Sinko Prima Alloy Indonesia.PT | ||
| ELITECH | Sinko Prima Alloy Indonesia.PT | ||
| VYBA | Gloria Mandiri Perkasa.PT | ||
| CLIPSAL | Wenzhou Aoelec Electrical Co. Ltd (PT. Australindo Graha Nusa) | ||
| BROCO | Broco Mutiara Electrical Industry, PT | ||
| SCHNEIDER ELECTRIC | Schneider Indonesia, PT | ||
2 | SAKELAR | HAGER | Tunas Wijaya Sakti.PT |
| MERTEN | Marten Intec Indonesia.PT | ||
| GP | Bowden Industries Indonesia.PT | ||
| LEGRAND | Sibalec.PT | ||
| BROCO | Broco Mutiara Electrical Industry.PT | ||
| VYBA | Gloria Mandiri Perkasa.PT | ||
| MK | MK Electric Indonesia PT | ||
| CLIPSAL | Clipsal Manufacturing (Huizhou) Limited | ||
| KRISBOW | Heshan City Wanshun Electrical Manufacture Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) | ||
| GAO | Zhejiang Everflourish Electrical Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) | ||
| PANASONIC | Panasonic Electric Works Gobel Manufacturing Indonesia, PT | ||
| MITSUI | Citra Hannochs Niagantara, CV | ||
| SONGRUI | Wenzhou Songrui Electrical Co., Ltd | ||
3 | GABUNGAN SAKELAR DAN KOTAK KONTAK | KRISBOW | Heshan City Wanshun Electrical Manufacture Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) |
4 | TUSUK KONTAK | LEGRAND | Sibalec.PT |
| EWINDO | Ewindo Electric Wire.PT | ||
| TIAN JU | Foshan Shunde Tianju Electrical Appliance Ind. CO. LTD | ||
| MITSUI | Citra Hannochs Niagantara, CV | ||
| SUNFREE | Citra Hannochs Niagantara, CV | ||
| SONGRUI | Wenzhou Songrui Electrical Co., Ltd | ||
5 | KOTAK KONTAK | LEGRAND | Sibalec.PT |
| HAGER | Tunas Wijaya Sakti.PT | ||
| MERTEN | Merten Intec Indonesia.PT | ||
| GP | Bowden Industries Indonesia.PT | ||
| BROCO | Broco Mutiara Electrical Industry.PT | ||
| VYBA | Gloria Mandiri Perkasa.PT | ||
| GB Gebro | GB Gebro GmbH (Toko Sinar Matahari) | ||
| GAO | Zhejiang Everflourish Electrical Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) | ||
| SONGRUI | Wenzhou Songrui Electrical Co., Ltd | ||
6 | GABUNGAN TUSUK KONTAK DAN KOTAK KONTAK | LEGRAND | Sibalec.PT |
| BROCO | Broco Mutiara Electrical Industry.PT | ||
| GB Gebro | GB Gebro GmbH (Toko Sinar Matahari) | ||
| KRISBOW | Heshan City Wanshun Electrical Manufacture Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) | ||
| GAO | Zhejiang Everflourish Electrical Co., Ltd (Ace Hardware Indonesia, Tbk, PT) |
Senin, 14 Desember 2009
Kualifikasi Pemeriksa
Kualifikasi Pemeriksa BP KONSUIL saat ini sedang dalam penyusunan oleh Panitia Teknis Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
Draft kualifikasi pemeriksa bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik sub bidang inspeksi adalah dikhususkan untuk pemeriksa BP KONSUIL.
Kualifikasi pemeriksa nantinya akan terdiri dari 4 (empat) level.
Sertifikat 1 Ijasah STM/SMK
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Sederhana dan Industri Kecil
Sertifikat 2 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Industri dan Komersial
Sertifikat 3 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Industri dengan otomatisasi
Sertifikat 4 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Khusus
CATATAN : Draft Kualifikasi Pemeriksa tersebut saat ini yang sudah
diselesaikan adalah Sertifikat 1 dan Sertifikat 2.
Sedang untuk Sertifikat 3 dan 4 dalam penyelesaian
Draft kualifikasi pemeriksa bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik sub bidang inspeksi adalah dikhususkan untuk pemeriksa BP KONSUIL.
Kualifikasi pemeriksa nantinya akan terdiri dari 4 (empat) level.
Sertifikat 1 Ijasah STM/SMK
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Sederhana dan Industri Kecil
Sertifikat 2 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Industri dan Komersial
Sertifikat 3 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Industri dengan otomatisasi
Sertifikat 4 Ijasah D3/S1
Kualifikasi pemeriksa Bangunan Khusus
CATATAN : Draft Kualifikasi Pemeriksa tersebut saat ini yang sudah
diselesaikan adalah Sertifikat 1 dan Sertifikat 2.
Sedang untuk Sertifikat 3 dan 4 dalam penyelesaian
Daftar Penyebab TLO
Hal-hal yang menyebabkan TLO dan LOC
Instalasi dinyatakan TLO atau LOC bila kondisi nya sbb :
Instalasi dinyatakan TLO atau LOC bila kondisi nya sbb :
| Penyebab TLO | ||
| No | Uraian kondisi Instalasi | |
| 1 | Penghantar proteksi PE: | |
| 1a | Penghantar proteksi PE tidak ada pada sirkit cabang [ PUIL 2000 : 3.5.4 b ] | |
| 1b | Penghantar proteksi PE tidak ada pada sirkit akhir [ PUIL 2000 : 3.5.4 b ] | |
| 1c | Penghantar proteksi PE tidak ada pada kotak kontak [PUIL 2000 : 3.6.2.1 b) 4) ] | |
| 1d | Penghantar proteksi PE tidak dihubungkan pada terminal kotak-kontak [ PUIL 2000 : 3.6.2.1 b) 4) ] | |
| 1e | Penghantar proteksi PE hanya digulung di terminal kotak-kontak [ PUIL 2000 : 3.6.2.2 ] | |
| 1f | Penghantar proteksi PE hanya sampai ke kotak sambung [ PUIL 2000 : 3.13.2.7.2 ] | |
| 1g | Penghantar proteksi PE pada kotak-kontak tidak terhubung ke PHB [ PUIL 2000 : 3.13.2.7.2 ] | |
| 1h | Penghantar proteksi PE pada kotak-kontak dihubungkan dengan penghantar Netral [ PUIL 2000 : 3.13.2.16 ] | |
| 1i | Penampang penghantar proteksi PE lebih kecil daripada penampang penghantar fase dan Netral (untuk penghantar fase ≤ 16mm²) | |
| 2 | Penghantar Netral dan penghantar PE | |
| 2a | Penghantar PE dan penghantar Netral tidak dihubungkan di PHB Utama, untuk sistem TNCS | |
| 2b | Penampang sambungan terminal PE dan terminal N lebih kecil daripada penampang saluran masuk | |
| 2c | Penghantar Netral dipakai bersama pada beberapa sirkit cabang/akhir | |
| 2d | Penghantar PE dipakai bersama pada beberapa sirkit cabang / akhir | |
| 2e | Sirkit cabang tidak lengkap. | |
| Catatan : Sirkit lengkap terdiri dari : Penghantar fase (F), satu penghantar netral (N) dan satu penghantar proteksi (PE) | ||
| 2f | Sirkit akhir tidak lengkap. | |
| Catatan : Sirkit lengkap terdiri dari : Penghantar fase (F), satu penghantar netral (N) dan satu penghantar PE (bila ada KK) ) | ||
| 2g | Penghantar Netral dan penghantar PE terdiri dari dua penghantar atau lebih yang diparalel | |
| 3 | Peruntukan penghantar | |
| 3a | Kabel NYM ditanam dalam tanah atau dipasang diudara terbuka | |
| 3b | Kabel senur ( fleksibel ) digunakan untuk instalasi magun | |
| 3c | Kabel NYA dipasang tanpa insulator rol atau tanpa pipa instalasi | |
| 4 | Warna insulasi kabel ( netral dan fasa ) | |
| 4a | Warna insulasi kabel saluran / sirkit utama tidak sesuai PUIL | |
| 4b | Warna insulasi kabel saluran / sirkit cabang tidak sesuai PUIL | |
| 4c | Warna insulasi kabel saluran / sirkit akhir tidak sesuai PUIL | |
| Catatan : 1. Warna kabel netral harus biru 2. Warna kabel PE harus loreng kuning-hijau atau dibalut kuning hijau disetiap terminal dan kotak sambung | ||
| 5 | Penghantar Bumi | |
| 5a | Penghantar bumi tidak ada | |
| 5b | Penampang penghantar bumi kurang dari 4 mm2 | |
| 5c | Bahan penghantar bumi berbeda dengan bahan terminal PE dan elektrode bumi, tanpa konektor bimetal | |
| 5d | Penghantar bumi disatukan dengan penangkal petir, tanpa ikatan penyama potensial | |
| 5e | Penghantar bumi terdiri atas beberapa penghantar yang diparallel | |
| 5f | Penghantar bumi dari jenis kabel senur | |
| 5g | Penghantar bumi tidak utuh (sambungan ) | |
| 6 | Resistans insulasi kabel | |
| 6a | Resistans insulasi kabel tidak memenuhi syarat ( kurang dari 0.5 M Ohm ) | |
| 6b | Resistans insulasi kabel tidak dapat diperiksa / diukur. | |
| 7 | Resistans elektrode bumi lebih besar 50 Ohm dan tidak dapat membuktikan adanya elektrode bumi | |
| 8 | Penghantar PE dan penghantar bumi tidak dihubungkan di PHB Utama | |
| 9 | Rel/Sisir/sambungan di PHB Utama | |
| 9a | Penampang rel/sisir PHB Utama lebih kecil daripada penampang saluran masuk | |
| 9b | Bahan rel PHB Utama bukan tembaga | |
| 9c | Penampang sambungan dari MCB Utama ke MCB sirkit akhir lebih kecil daripada penampang saluran masuk | |
| 9d | Terminal penghubung pada Sakelar/MCB PHB Utama , digunakan untuk lebih dari satu inti Catatan : Gunakan Rel /sisir Cu dengan penampang minimal sama dengan penampang saluran masuk. Lihat PUIL ayat 7.11.1.5.1 dan 7.11.1.5.2. | |
| 9e | Jumper pada MCB dipelintir | |
| Catatan : Gunakan rel / sisir Cu dengan penampang minimal sama dengan penampang saluran masuk | ||
| 9f | Pada terminal terdapat lebih dari satu penghantar pada satu terminasi. | |
| 10 | Rel/ sisir /sambungan di PHB Cabang | |
| 10a | Penampang rel/sisir PHB Cabang tidak memenuhi syarat. | |
| Catatan : Minimal harus sama dgn ukuran saluran cabang | ||
| 10b | Bahan rel PHB Cabang (1,2,. .,dst) bukan tembaga | |
| 10c | Penampang sambungan dari Sakelar/MCB Cabang ke MCB sirkit akhir lebih kecil daripada ukuran saluran cabang. | |
| 10d | Terminal penghubung pada sakelar /MCB PHB Cabang ,digunakan untuk lebih dari satu inti (PUIL ayat 7.11.1.5.1 dan 7.11.1.5.2) | |
| Catatan : Gunakan Rel/sisir Cu dengan penampang minimal sama dengan penampang saluran cabang | ||
| 11 | Sakelar Utama | |
| 11a | Sakelar Utama/ MCB yang berfungsi sebagai Sakelar Utama tidak ada | |
| 11b | Arus pengenal Sakelar Utama/ MCB Utama lebih kecil daripada beban terpasang | |
| Catatan : Ukuran Sakelar Utama/ MCB Utama minimal 10 A | ||
| 11c | Saluran masuk ke Sakelar utama dicabangkan ke beberapa sirkit lain. | |
| 12 | MCB yang berfungsi sebagai sakelar utama kurang dari 10 A | |
| 13 | Saluran Utama dan Saluran Cabang | |
| 13a | Penampang Saluran Utama kurang dari 4 mm2 | |
| 13b | Saluran Utama tidak utuh ( sambungan ). | |
| 13c | Penampang Saluran Cabang kurang dari 4 mm2 | |
| 14 | Gawai proteksi Sirkit Cabang | |
| 14a | Gawai proteksi Arus lebih sirkit cabang (1,2,. .,dst) tidak ada | |
| 14b | Arus pengenal Gawai proteksi Arus lebih sirkit cabang (1,2,... ,dst) lebih besar daripada KHA penghantar | |
| 14c | Arus pengenal Gawai proteksi Arus lebih sirkit cabang lebih kecil daripada beban terpasang | |
| 14d | Ada kotak kontak yang dipasang luar yang tidak diproteksi GPAS = 30 mA | |
| 14e | Instalasi tanpa GPAS = 500 mA ( untuk proteksi kebakaran ) pada gedung publik, industri , komersial dan perumahan dengan daya terpasang 3500 VA atau lebih. | |
| 15 | Sakelar Utama PHB Cabang | |
| 15a | Sakelar Utama/MCB Utama pada PHB Cabang (1,2,...,dst) tidak ada | |
| 15b | Arus pengenal sakelar utama pada PHB Cabang lebih kecil daripada beban terpasang | |
| 15c | Arus pengenal sakelar utama pada PHB Cabang lebih kecil daripada KHA penghantar | |
| 15d | Pada PHB Cabang disetiap lantai gedung bertingkat tidak dipasang sakelar masuk (PUIL Ayat 9.6, hal 443 ) | |
| 16 | Gawai proteksi sirkit akhir | |
| 16a | Gawai proteksi Arus lebih sirkit akhir pada PHB Utama/Cabang tidak ada | |
| 16b | Gawai proteksi Arus lebih sirkit akhir pada PHB Utama /Cabang lebih besar daripada KHA penghantar. | |
| 16c | Gawai proteksi Arus lebih sirkit akhir pada PHB utama / cabang lebih besar dari sakelar utama / cabang. | |
| 17 | Elektrode bumi | |
| 17a | Elektrode bumi tidak ada | |
| 17b | Elektrode bumi dipakai untuk beberapa instalasi | |
| 18 | Polaritas | |
| 18a | Polaritas fitting lampu terbalik | |
| 18b | Polaritas kotak-kontak terbalik | |
| 18c | Polaritas sakelar ( kecuali didalam panel ) terbalik | |
| 19 | Pemasangan PHB | |
| 19a | Ketinggian PHB kurang dari 1.5 m diatas lantai, untuk instalasi perumahan | |
| 19b | PHB untuk ruangan dengan bahaya kebakaran dan ledakan gas (blg) tidak memenuhi persyaratan PUIL ( ayat 8.28 ) | |
| 20 | Kotak-kontak | |
| 20a | Kotak-kontak dengan ketinggian kurang dari 125 cm dari jenis terbuka | |
| Catatan : Seharusnya dari jenis putar / tutup (bukan jenis terbuka) | ||
| 20b | Titik lampu (instalasi magun) dihubungkan ke kotak kontak. | |
| Catatan : Kotak kontak hanya diperuntukkan untuk piranti listrik dan penyambungan yang tidak tetap. ( pegun dan/ atau randah ) | ||
| 21 | Pemasangan lengkapan instalasi tidak rapi | |
| 22 | Sambungan penghantar tidak dalam kotak sambung. | |
| 23 | Tidak ada kesinambungan sirkit (F, N, PE) | |
| 24 | Lengkapan listrik (MCB, Kotak-kontak, Sakelar) | |
| 24a | Tidak bertanda SNI. | |
| 24b | Pemasangannya tidak sesuai peruntukan | |
| 25 | Kabel tidak bertanda SNI/SPLN | |
| 26 | Terminal Netral dan terminal PE | |
| 26a | Pada PHB tidak ada terminal N dan/atau PE | |
| 26b | Pada PHB terminal N / PE tidak digunakan sesuai fungsi masing-masing | |
| 26c | Ada penghantar PE pada sirkit cabang dan sirkit akhir tidak bermula dari terminal PE pada PHB Utama | |
| 26d | Pada terminal PE ada lebih dari satu penghantar PE pada satu lubang terminasi | |
| 26e | Pada terminal PE ada penyambungan dengan pelintiran | |
| 26f | Semua penghantar N pada sirkit cabang dan sirkit akhir tidak bermula dari terminal N pada PHB | |
| 26g | Pada terminal N ada lebih dari satu penghantar N pada satu lubang terminasi | |
| 26h | Pada terminal N ada penyambungan dengan pelintiran | |
| 26i | Terminal N dan terminal PE pada PHB Utama tidak dihubungkan | |
| Catatan : Pada sistem TNCS , harus dihubungkan dan hanya di PHB Utama saja | ||
| 26j | Terminal N dan Terminal PE di PHB Lantai-2 , 3, dst dihubungkan. | |
| 26k | Pada sistem TT, terminal N dan terminal PE dihubungkan langsung. | |
| 27 | Pencabangan Saluran | |
| 27a | Saluran Utama dicabangkan ke beberapa PHB | |
| 27b | Saluran Cabang dicabangkan ke beberapa PHB | |
| 27c | Saluran utama dicabangkan ke sirkit lain | |
| 28 | Sirkit akhir | |
| 28a | Pada sirkit akhir ada MCB/ sekaring untuk lebih dari satu sirkit | |
| 28b | Pada sirkit akhir terdapat lebih dari satu saluran fase di dalam satu kabel | |
| 28c | KHA sirkit akhir lebih kecil dari beban terpasang | |
| 29 | Instalasi Kamar Mandi dan Water Heater | |
| 29a | Ada kotak-kontak/ Sakelar di dalam kamar mandi pada Zone-1 atau Zone-2 | |
| 29b | Ada kotak-kontak/ Sakelar di dalam kamar mandi pada Zone-3 tanpa GPAS | |
| 29c | Pemanas Air (Water Heater) tidak dilengkapi GPAS = 30 mA | |
| 30 | Unit AC tanpa kotak-kontak dan tanpa GPAS | |
| 31 | MCB pada penghantar Netral | |
| 31a | MCB di instalasi fase tunggal dipasang pada penghantar netral. | |
| Catatan : Mestinya terpasang pada penghantar fase | ||
| 31b | Pada instalasi tiga fase dipasang MCB netral fase tunggal | |
| 32 | Instalasi yang belum terpasang/belum selesai | |
| 32a | Instalasi belum semua terpasang (belum selesai) | |
| 32b | Saluran Utama belum terpasang | |
| 32c | Kotak-kontak /sakelar ( semua / sebagian) belum terpasang | |
| 32d | Fiting lampu (semua /sebagian) belum terpasang | |
| 32e | Gawai proteksi Arus lebih Cabang (semua / sebagian) belum terpasang | |
| 32f | Sakelar Utama Cabang (semua / sebagian) belum terpasang | |
| 32g | Sirkit cabang (semua / sebagian) belum terpasang | |
| 32h | Sirkit akhir (semua / sebagian) belum terpasang | |
| 32i | Instalasi di (LT-...,...,dst) belum terpasang / belum selesai | |
| 32j | Instalasi di (LT-..,...., dst) sudah terpasang , tetapi tidak diajukan untuk diperiksa | |
| 33 | Jumlah sirkit akhir | |
| 33a | Jumlah sirkit akhir pada gambar instalasi tidak sesuai terpasang | |
| 33b | Jumlah sirkit akhir pada diagram garis tunggal tidak sesuai terpasang | |
| 33c | Jumlah sirkit akhir pada gambar instalasi dan diagram garis tunggal tidak sama | |
| 34 | Jumlah titik lampu pada gambar | |
| 34a | Jumlah titik lampu gambar instalasi tidak sesuai terpasang | |
| 34b | Jumlah kotak-kontak pada gambar instalasi tidak sesuai terpasang | |
| 34c | Jumlah titik lampu dan kotak-kontak pada gambar instalasi tidak sesuai terpasang | |
| 34d | Jumlah titik lampu dan kotak-kontak pada diagram garis tunggal tidak sesuai terpasang | |
| 35 | Lain-lain COS Untuk menghindari kemungkinan dua sumber beroperasi pararel (Genset dengan PLN) maka perlu dipasang Change Over Switch (COS). | |
| Penyebab LOC | ||
| 101 | Gambar Instalasi | |
| 101a | Keterangan fungsi ruangan dalam bangunan tidak ada | |
| 101b | Tanda jenis penghantar (F, N, PE) pada Gambar Instalasi tidak sesuai PUIL | |
| 101c | Tanda kabel naik dan turun tidak sesuai PUIL | |
| 101d | Simbol Sakelar, Kotak-kontak, Titik Lampu tidak sesuai PUIL | |
| 101e | Tanda jenis penghantar (F, N, PE) pada Gambar Instalasi tidak ada | |
| 101f | Tata letak titik-titik beban tidak sesuai terpasang | |
| 101g | Gambar Perkawatan tidak sesuai PUIL | |
| 101h | Gambar Perkawatan tidak lengkap | |
| 101i | APP tidak digambar pada Gambar Instalasi | |
| 101j | Saluran Utama dari APP ke PHB tidak digambar | |
| 101k | Nomor grup titik beban pada Gambar Instalasi tidak ada | |
| 101l | Nomor grup titik beban pada Gambar Instalasi dan pada Diagram Garis Tunggal tidak sama | |
| 101m | Gambar tidak dicap dan ditanda tangani PJT( mestinya sudah ditolak waktu mendaftar ) | |
| 101n | Gambar tidak sesuai aturan menggambar teknik | |
| 101o | Gambar tidak jelas / buram | |
| 101p | Sirkit grup yang satu saling berhubungan dengan sirkit grup lainnya | |
| 102 | Diagram garis tunggal: | |
| 102a | Nomor grup sirkit akhir pada Diagram Garis Tunggal tidak ada | |
| 102b | Pada diagram garis tunggal :Jenis /Jumlah inti / ukuran kabel,saluran masuk tidak sesuai terpasang / tidak ada | |
| 102c | Pada diagram garis tunggal :Jenis / Jumlah inti / ukuran kabel,sirkit cabang tidak sesuai terpasang/ tidak ada | |
| 102d | Pada diagram garis tunggal :Jenis/Jumlah inti/ukuran kabel,sirkit akhir tdk sesuai terpasang/tidak ada | |
| 102e | Besaran MCB / Sakelar / Sekering pada Diagram Garis Tunggal tidak sesuai terpasang/ tidak ada | |
| 102f | Simbol MCB pada Diagram Garis Tunggal tidak sesuai PUIL | |
| 102g | Simbol Sakelar / Sekering pada Diagram Garis Tunggal tidak sesuai PUIL | |
| 102h | Pada diagram garis tunggal : Penghantar bumi dihubungkan dengan penghantar fase. 102i Penghantar bumi tidak sesuai dengan yang terpasang. | |
| 103 | Denah bangunan | |
| 103a | Skala denah bangunan tidak 1 : 100 | |
| 103b | Denah bangunan tidak sesuai karena setempat berupa rumah kopel (2,3,.. , dst) | |
| 103c | Denah bangunan tidak sesuai karena setempat berupa rumah tingkat ( 2,3,.., dst) | |
| 103d | Denah bangunan tidak sesuai karena terbalik cermin | |
| 103e | Denah bangunan tidak sesuai karena setempat bedeng | |
| 103f | Denah bangunan tidak sesuai karena jumlah ruangan tidak sama. | |
| 103g | Denah bangunan tidak sesuai setempat | |
| 104 | Jumlah titik lampu pada Gambar Instalasi dan pada Diagram Garis Tunggal | |
| 104a | Jumlah titik lampu pd Gambar Instalasi dan pd diagram garis tunggal tidak sama. | |
| 104b | Jumlah kotak-kontak pd Gambar Instalasi dan pd diagram garis tunggal tidak sama. | |
| 104c | Jumlah titik lampu dan kotak-kontak pada gambar instalasi dan pd diagram garis tunggal tidak sama. | |
| 105 | Lain-lain | |
| 105a | Instalasi sudah bertegangan dari rumah sebelah | |
| 105b | Instalasi hanya untuk satu/dua Lampu dan satu/dua KKB di salah satu ruang bangunan | |
| Catatan : Agar diajukan pemeriksaan untuk keseluruhan instalasi pada bangunan tersebut | ||
| 105c | Instalasi tidak mencakup sebagian besar ruang-ruang dalam bangunan | |
| Catatan : Agar diajukan pemeriksaan untuk keseluruhan instalasi pada bangunan tersebut | ||
| 105d | Setempat ada instalasi lama bertegangan dari Kwh lama terpisah dari instalasi baru. | |
| Catatan : Agar diajukan pemeriksaan untuk keseluruhan instalasi pada bangunan tersebut | ||
| Catatan : Untuk LOC, sertifikat tetap diterbitkan. | ||
Langganan:
Postingan (Atom)